Rabu, 16 Oktober 2013

Pengelolahan dan pengembangan strategi Koperasi

Pengelolahan dan pengembangan strategi Koperasi Secara umum ruang lingkup kegiatan usaha koperasi simpan pinjam adalah penghimpunan dan penyaluran dana yang berbetuk penyaluran pinjaman terutama darai dan untuk anggota. Pada perkembanganya memang koperasi simpan pinjam melayani tidak saja anggota tetapi juga masyarakat luas. Kegiatan dari Sisi pasiva. Koperasi simpan pinjam dilihat dari aspek pasiva melakukan kegiatan penghimpunan dana baik dari anggota ataupun masyarakat umum. Bentuk penghimpunan ini bisa berupa tabungan atau simpanan sedangan dari masyarakat bisa berbentuk pinjaman modal. Kegiatan usaha dari aspek aktiva merupakan upaya dari koperasi simpasn pinjam atau ksp serta usp untuk memperoleh laba dengan cara mengalokasikan dari hasil dari penghimpunan yang disalukan kepada anggota dalam bentuk pijaman. Lebih jauh jika di kerucupkan maka kegiatan koperasi simpan pinjman bisa di rinci sebagai berikut. 1. Koperasi simpan pinjam dituntut mampu melayani penyimpanan dan juga penarikan dana oleh anggota sesuai dengan ketentuan serta kesepakatan. 2. Koperasi simpan pinjam juga menyalurkan dana yang terkumpul kepada anggota yang dimasa datang akan diterima kembali secara bertahap. • Tujuan pengelolaan simpan pinjam, yaitu : 1. Untuk melatih para anggota dalam hal menabung. Menabung adalah persoalan disiplin diri dan terkadang harus diawali dengan ”memaksakan diri”. Dengan membiasakan diri menabung, akan membentuk pola hidup disiplin dan terhindar dari ”budaya konsumerisme”. Disamping itu, menabung juga membudayakan hidup lebih terencana dan juga merupakan bagian dari pembentukan masa depan yang lebih baik dan berpengharapan. Dalam arti luas, ketika segenap unsur organisasi berkomitmen untuk membudayakan menabung, maka dipastikan akan terkumpul akumulasi sumber daya yang akan membuka peluang koperasi untuk mengembangkan banyak hal dan mendukung perbaikan kesejahteraan anggotanya. 2. pinjaman selayaknya diberikan untuk mendukung peningkatan produktivitas anggota melalui kegiatan-kegiatan produktif yang dikelolanya. Bahkan bila perlu, untuk kepentingan peningkatan produktivitas anggotanya pinjaman yang diberikan tidak dikenakan jasa pinjaman. Kalau prakteknya semacam ini, maka dipastikan nilai-nilai kesetiakawanan akan menjelma menjadi sumber lipatan energi bagi koperasi untuk mengembangkan dirinya secara kelembagaan. Disamping itu, pinjaman untuk kepentingan lainnya yang berbau konsumsi ditekan sedemikian rupa sebagai bentuk pendidikan kepada anggotanya. Lain halnya kalau untuk kepentingan-kepentingan emergency atau situasi yang tak diduga sebelumnya di luar kekuasaan manusia. Kalau hal ini diterapkan, maka segenap unsur organisasi koperasi akan merasa seperti satu rumpun keluarga yang saling mendukung lewat paket-paket kegotongroyongan yang mempermudah anggota mencapai tujuan-tujuan hidupnya. • Strategi Pengelolaan Simpan Pinjam Berbasis Tabungan Ketika persepsi dan ekspektasi (harapan) setiap anggota sudah sama dan bersepakatan ”simpan pinjam” difahami sebagai media untuk saling tolong menolong, maka strategi yang diterapkan tentu berbeda dengan strategi yang berorientasi pada pelipatan modal. Strategi yang diterapkan pasti bernuansa kekeluargaan, kegotongroyongan dan pemberdayaan (empowering) Ketika besaran SHU tidak lagi menjadi tujuan, maka pola-pola yang diterapkan akan cenderung bernilai edukasi (pencerahan dan pencerdasan anggotanya). Tegasnya, strategi yang akan diterapkan koperasi dalam mengelola simpan pinjam pasti berorientasi pada peningkatan kebermanfaatan (benefit oriented) bagi segenap unsur organisasinya. Sebagai sebuah gagasan awal, salah satu strategi pengelolaan simpan pinjam yang bisa diaplikasikan adalah ”membangun masa depan lewat membudayakan menabung”. Untuk mendukung hal ini, perlu dilakukan langkah-langkah pendukung sebagaimana dijelaskan berikut ini : 1. Sosialisasi dan edukasi tentang arti penting ”menabung” bagi pembentukan budaya hidup dan penyiapan masa depan yang lebih berpengharapan kepada segenap unsur organisasinya. Langkah penyadaran ini diharapkan akan bisa merubah pola atau budaya hidup setiap anggotanya, khususnya dalam pola konsumsi. Pada titik inilah koperasi sebagai agen pembentukan peradapan baru. Cara baca ini pula yang membenarkan koperasi bukan hanya sekedar gerakan ekonomi, tetapi juga sebagai sebuah gerakan sosial. 2. Menerapkan strategi menabung dengan meminjam tanpa bunga. Kalimat ini tampak aneh atau bahkan tidak lazim. Sebenarnya, kalimat ini mendorong koperasi untuk mendefenisikan masa depannya lewat pembangunan komitmen bersama. Dalam tingkat ptakteknya, segenap anggota berkomitmen untuk menyatakan kesiapannya menabung lewat aksi meminjam. Artinya segenap unsur organisasi sama-sama membuat pernyataan meminjam yang dicicil secara rutin sepanjang periode yang disepakati atau sesuai kemampuan masing-masing. Dengan cara ini, koperasi bisa menakar pertumbuhan koperasinya dan sekaligus merancang pola-pola pemanfaatannya. 3. Memobilisasi tabungan lewat pendekatan transaksi pinjam. Sebagaimana dijelaskan pada sub bahasan sebelumnya, bahwa produk-produk pinjaman yang bisa dinikmati anggotanya diarahkan pada analisa efektivitas pemberian pinjaman. Artinya, pinjaman yang diberikan harus memiliki relevansi bagi keberdayaan ekonomi anggotanya atau hanya untuk kepentingan emergency (situasi diluar kemmapuan manusia). Bahkan bila perlu semua jenis pinjaman tidak dikenakan jasa pinjaman. Penambahan atas pengembalian pokok pinjaman dialokasikan menjadi tabungan. Bisa dibayangkan, disamping membantu menyelesaikan permasalahan keuangan anggotanya, setiap transaksi pinjaman juga bermakna pertumbuhan modal koperasi. • Strategi Pembangunan Sistem Keuangan Koperasi Strategi pembangunan Sistem Keuangan Koperasi yang ditawarkan adalah: 1. Memanfaatkan koperasi simpan pinjam yang jumlahnya 37.42 unit terdri dari (a) 1.186 KSP, (b) 5.206 USP-KUD dan (c) 30.832 unit USP-KOPTA. 2. Membangun jaringan usaha KSP, USP-KUD dan SP-Koptan Kopta secara vertikal dan horizontal. 3. Membangun Pusat Koperasi Simpan Pinjam yang bertugas untuk mengkordinasikan semua kegiatan yang bersifat nasional termasuk konsep dan kebijakan yang diperlukan. 4. Membangun sistem pendidikan simpan pinjam secara nasional 5. Membangun manajemen simpan pinjam yang bersih dan profesional 6. Membangun kebersamaan antara Pengurus, Manajer, karyawan dan anggota 7. Membangun KSP, SP-KUD dan SP Koptan melaksanakan dan menerapkan nilai-nilai koperasi secara benar Untuk melaksanakan strategi diatas perlu diadakan: (1) Sosialisasi terhadap KSP, SP-KUD dan SP-Koptan tentang rencana pembangunan sistem keuangan (2) .Agar diusahakan adanya Pusat Koperasi Simpan Pinjam yang bertindak sebagai Central Koperasi simpan pinjam di tingkat pusat (3) Perlu komitmen dan keberpihakan pemerintah untuk melaksanakan pembangunan sistem keuangan ini. (4) Untuk pengembangan modal KSP, SP KUD dan Koptan perlu dijajaki kemungkinan untuk mengakumulasikan kredit-kredit program kedalam permodalan simpan pinjam. http://www.arsadcorner.com/2012/03/pengelolaan-simpan-pinjam-berbasis.html http://www.koperasindo.net/2012/12/koperasi-simpan-pinjam-dan-pengelolaanya.html

2 komentar:

  1. Konsep pinjaman tanpa bunga adalah konsep yang bertentangan dengan nilai yang ada saat ini. Bahkan terdapat jargon di masyarakat yang menyatakan bahwa 'kencing saja bayar'. Namun demikian, saya sangat sependapat dengan tulisan Saudara bahwa tujuan dari meniadakannya bunga pijaman merupakan tujuan yang bersifat sosial dan membentuk budaya baru.

    Saya juga sependapat bahwa budaya menabung memang wajib disosialisasikan kepada para anggota. Hal ini sejalan dengan trend yang terjadi bahwa anggota lebih sering menggunakan fasilitas pinjaman daripada fasilitas simpanan.

    Sekiranya ada trik sederhana yang bisa menggugah (mengajak) anggota untuk menabung?

    BalasHapus



  2. Saya selalu berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan peminjam yang meminjamkan uang tanpa membayar terlebih dahulu.

    Jika Anda mencari pinjaman, perusahaan ini adalah semua yang Anda butuhkan. setiap perusahaan yang meminta Anda untuk biaya pendaftaran lari dari mereka.

    saya menggunakan waktu ini untuk memperingatkan semua rekan saya INDONESIANS. yang telah terjadi di sekitar mencari pinjaman, Anda hanya harus berhati-hati. satu-satunya tempat dan perusahaan yang dapat menawarkan pinjaman Anda adalah SUZAN INVESTMENT COMPANY. Saya mendapat pinjaman saya dari mereka. Mereka adalah satu-satunya pemberi pinjaman yang sah di internet. Lainnya semua pembohong, saya menghabiskan hampir Rp15 juta di tangan pemberi pinjaman palsu.

    Pembayaran yang fleksibel,
    Suku bunga rendah,
    Layanan berkualitas,
    Komisi Tinggi jika Anda memperkenalkan pelanggan

    Hubungi perusahaan: (Suzaninvestment@gmail.com)

    Email pribadi saya: (Ammisha1213@gmail.com)

    BalasHapus